Home Berita Ayo Simak Warna Warni Pengalaman Sebagai Aktor Tokusatsu Bersama Gavan dan Azazel!

Ayo Simak Warna Warni Pengalaman Sebagai Aktor Tokusatsu Bersama Gavan dan Azazel!

SHARE

Gavan dan Azazel Popcon Asia Featured

“Kalau butuh aktor Jepang, bisa hubungi saja”, begitulah sahut Aktor Tokusatsu Yuuma Ishigaki yang terkenal dalam perannya sebagai Gavan Type G duduk bersama Adhitya Alkatiri sambil membahas beragamnya perbedaan antara Tokusatsu Jepang dan Tokusatsu Indonesia. Duduk pula bersama mereka, Marcelino Lefrandt, selaku pendiri dari Skylar Pictures, yang telah memproduksi kisah superhero lokal Valentine dan Jawara, dan Arnandha Wyanto, sutradara dari serial Satria Heroes. Para pelaku industri Tokusatsu Indonesia ini saling bertukar pikiran mengenai bagaimana pengalaman acting mereka di serialnya masing-masing.

Dalam panel khusus Tokusatsu dan Superhero yang digelar dalam acara Popcon Asia 2017, 6 Agustus 2017 di Jakarta Convention Center ini, banyak kisah yang disampaikan mengenai seluk beluk industri tokusatsu secara mendalam sekitar 45 menit. Momen langka ini dibuka dengan adu henshin antara Adhitya Alkatiri dengan Yuuma Ishigaki.  Pemeran Geki Jumonji ini mengemukakan tentang bagaimana aktor-aktor Tokusatsu di Jepang sana juga dimulai dari mengambil aktor yang muda-muda. “Pengalaman yang baru sekaligus cara berlatih yang baru akan melahirkan Gavan generasi yang baru juga”, terangnya. Tapi sebenarnya menurut dia serial Uchuu Keiji sendiri merupakan serial yang sudah terkenal, jadi walaupun aktornya baru, serialnya akan tetap digemari.

Gavan dan Azazel Popcon Asia 2

Berbeda dengan di Indonesia, walaupun dia tidak menyangkal bahwa serial Bima telah menjadi batu loncatan yang telah membawanya lebih jauh, pendekatannya menjadi seorang aktor superhero cenderung lebih susah. Namun karena dari awal dia memang tertarik di bidang itu, pria kelahiran Jakarta itu bercerita “Mungkin kalau anak-anak yang lain pas masih kecil bercita-cita jadi dokter atau pilot, tapi kalau saya dari dulu cita-citanya jadi Superhero”.

Tentang tekanan ketika telah terkenal menjadi Superhero, Adhitya mengemukakan bahwa terkadang dia memang dituntut menjadi lebih cool karena memang sifat Azazel yang seperti itu. Tapi juga ada beberapa hal yang lucu seperti ketika bertemu anak-anak di mall, dia disuruh untuk berpose berubah. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ishigaki, dia juga banyak dikenal oleh anak-anak, dan digemari soal Gavan dan Jouchaku-nya, bahkan banyak yang tahu saat perannya di Kyuranger, walau dia cuma tampil dalam satu episode.

Gavan juga mengungkapkan bagaimana sebagai seorang aktor juga dia harus menjaga imagenya tetap seperti “superhero”. Di kehidupan sehari-harinya dia memang belajar seni bela diri (martial arts). Begitu juga yang diungkapkan oleh Adhitya, dia sekarang sedang menekuni boxing dan pencak silat. Namun dalam proses casting Bima, dia sebelumnya harus bisa melakukan adegan fighting, sehingga dia dituntut agar bisa martial arts. “Bicara tentang martial arts Indonesia, saya sangat menyukai Chris Jon”, ungkap Yuuma sambil tertawa.

Alkatiri juga memberikan tips agar bisa selalu fit dan sehat seperti superhero, “kuncinya adalah pola makan dan olahraga itu sangat penting, karena nanti menyesalna kalau sudah tua”, pungkasnya.  Yuuma juga bercerita tentang ketika dia bertemu hero-hero dari Indonesia seperti para rangers (Yoshi Sudarso dan Peter Sudarso) dan Adhitya, menurutnya “orang yang kuat itu juga pasti orangnya baik”, ungkapnya sambil bercanda. Yuuma kemudian menyahut ke Adhit, “kalau orang ini benar-benar seperti superhero yang sebenarnya, honmono“.

Kemudian mereka membahas peran mereka masing-masing, yang saat ini kebetulan sama-sama sedang berhenti serialisasinya. Ketika ditanya soal bagaimana kelanjutan karakter mereka nanti, Yuuma berkata dalam serial Uchuu Keiji yang baru ini mereka memang sudah merencanakan 12 musuh utama dari serial Uchuu Keiji yang sebelum-sebelumnya. “Kalau untuk Azazel, silahkan saja tanya ke sutradaranya” sahut Alkatiri sambil tertawa.

Adit juga mengenang tentang kisah syutingnya bersama Tetsuo Kurata, legenda Rider yang menjadi karakter utama dari Kamen Rider Black dan RX. “Banyak belajar bareng dan sebuah kebanggaan”, ungkapnya.

Yuuma menimpali bahwa jika bisa berkolaborasi dengan orang-orang dari Kamen Rider, tidak menutup kemungkinan untuk lebih maju kedepannya. “Kalau sudah berkolaborasi dengan Rider, pasti bisa juga bekerjasama lebih dengan Gavan dan Super Sentai’, tutupnya.

Baca Juga: Satria Heroes Season 3 Telah Dikonfirmasi dan Ada Proyek Rahasia?

Komentar

komentar