Home Artikel Satria Heroes: Revenge of Darkness

[Review – SPOILER ALERT!!!] Satria Heroes: Revenge of Darkness

SHARE

Mengusung genre Tokusatsu, Satria Heroes: Revange of Darkness akhirnya memulai masa tayangnya secara meluas di kancah perfilman tanah air. Satria Heroes: Revange of Darkness merupakan versi layar kaca pertama dari serial Tokusatsu lokal berjudul Bima Satria Garuda, yang kemudian dilanjutkan melalui musim ke 2 dengan judul Satria Garuda Bima-X. Movie ini akhirnya hadir menjawab rasa rindu dari para fans Tokusatsu tanah air yang sudah sangat menunggu-nunggu kelanjutan dari serial Tokusatsu ini.

REVIEW INI MENGANDUNG SPOILER, TIDAK DISARANKAN UNTUK YG BELUM MENONTON FILM INI!!!

Setelah mengalami beberapa penundaan, Satria Heroes: Revange of Darkness akhirnya tayang pada 4 Mei 2017. Penayangan movie ini tentu saja disambut dengan sangat luar biasa oleh para fans Tokusatsu tanah air. Diproduseri oleh Rizki Bukit Sinema, Reino Barack kembali sebagai kreator film ini bekerjasama dengan pihak Ishimori Production. Selain itu Satria Heroes: Revange of Darkness disutradarai oleh Kenzo Maihara yang sebelumnya pernah menggarap beberapa seri Tokusatsu seperti Kamen Rider OOO dan Kamen Rider Wizard, dan beberapa episode Super Sentai. Film ini kembali dibintangi oleh para pemeran serial Satria Garuda Bima X, antara lain:

  • Christian Loho sebagai Ray Bramasakti / Satria Garuda Bima-X
  • Fernando Surya sebagai Dimas Akhsara / Satria Harimau Torga
  • Adhitya Alkatiri sebagai Reza Bramasakti / Satria Garuda Azazel
  • Stella Cornelia sebagai Rena Iskandar
  • Rayhan Febrian sebagai Randy Iskandar
  • Thalia sebagai Ricca
  • Abio Abie sebagai Paman Iwan

dan beberapa karakter yang baru muncul di movie ini.

  • Faris Fadjar Munggaran sebagai Wira
  • Safira Ratu Sofya sebagai Arsya
  • Yayan Ruhian sebagai Master Torga
  • Nino Kuya sebagai Nino
  • Yui Takano(NMB48) sebagai Saeko Miyauchi

Satria Heroes: Revange of Darkness mengambil setting beberapa tahun setelah serial Satria Garuda Bima-X. Setelah berhasil mengalahkan Vudo dan mengembalikan kedamaian, Ray Bramasakti bersama dengan Rena Iskandar menjaga perdamaian dan membangun kembali dunia pararel.

Di Bumi Dimas Akhsara yang sedang melakukan perjalanan bisnisnya ke Jepang kembali menemui kekuatan jahat yang baru. Ray yang sedang di dunia pararel memutuskan untuk kembali ke bumi setelah mengetahui bangkitnya kekuatan kegelapan di bumi.

Movie ini hadir dengan banyak kejutan dan tentu saja memuaskan para fans Tokusatsu yang sudah merindukan kelanjutan dari perjuangan para Satria ini. Dan tidak kalah dengan film super hero lainnya, Satria Heroes: Revange of Darkness hadir dengan adanya post credit, tidak hanya satu namun dua. Post credit ini juga sangat mengejutkan karena melalui post credit ini, fans Tokusatsu akhirnya dapat melihat sosok yang sudah sangat dinanti-nantikan. Jadi jangan tinggalkan bioskop sebelum melihat kedua post credit ini.

Bagaimana pendapat kru I-Toku mengenai movie ini? Akan kami ulas dalam beberapa point.

  • Action 8,5/10

Di mulai dari action, karena action adalah bagian yang sangat memuaskan dari movie Satria Heroes: Revange of Darkness. Film menyajikan action yang sangat memukau, bahkan penulis yakin para fans Tokusatsu lama pun akan cukup takjub dengan berbagai adegan laga di movie ini. Pengambilan gambar dengan angle yang tepat, action yang “buas” terutama untuk Torga dan Master Torga. Action tanpa suit juga hadir tidak sedikit, bahkan dihadirkan dengan sangat hebat.

Untuk hal action, Satria Heroes: Revange of Darkness berhasil membuat penulis puas, bahkan merasa action di movie ini lebih baik dibanding beberapa judul movie Tokusatsu belakangan ini. Tidak hanya dalam pertarungan, Satria Heroes: Revange of Darkness juga berhasil mengambil angle yang tepat untuk menyorot para karakter pada pose tertentu hingga tampil lebih keren.

Tidak ketinggalan semua form yang dimiliki Bima-X dan Torga turut ditampilkan dalam movie ini tanpa ada yang tertinggal.

  • Animasi / CG 7/10

Satria Heroes: Revange of Darkness menghadirkan animasi yang cukup bagus. Dalam movie ini CG yang dihadirkan cukup bagus untuk film lokal, namun masih ditemukan adanya animasi yang patah, bahkan terlihat masih kasar. Namun hal ini masih bisa dimaklumi karena film ini masih perdana, dan para fans Tokusatsu pun sudah bisa mengatakan bahwa animasi di film ini tidak kalah dibanding beberapa movie Tokusatsu.

Animasi yang dihadirkan Satria Heroes: Revange of Darkness cukup maksimal dalam adegan laga, namun sebagai latar belakang masih terkesan kasar, bahkan agak kacau di beberapa adegan. Animasi pada bagian pertama film berhasil hadir dengan maksimal, namun begitu memasuki bagian ke dua, animasi yang dihadirkan sebenarnya tidak buruk, namun terlalu banyak.

Efek cipratan air, bahkan hujan saja dihadirkan secara CG, hal ini mengurangi kesan realistis di Satria Heroes: Revange of Darkness . Memasuki bagian akhir, animasi kembali hadir secara bagus di adegan laga, namun kembali lagi tidak sinkron secara latar belakang. Adegan kehancuran kota tidak masuk dengan CG yang hanya terkesan ditempel sebagai latar belakang.

Secara keseluruhan CG di Satria Heroes: Revange of Darkness berhasil hadir secara mantap di adegan laga, namun tidak maksimal sebagai latar belakang.

  • Story 6/10

SPOILER ALERT!!!! BAGI YANG TIDAK INGIN KENA SPOILER JANGAN LANJUTKAN MEMBACA REVIEW INI.
PERLU DITEKANKAN BAHWA ULASAN INI MURNI OPINI DARI PENULIS

Salah satu bagian paling penting dari sebuah film tentu saja alur cerita yang disuguhkan. Bagaimana story yang dihadirkan oleh movie Satria Heroes: Revange of Darkness ini? (Peringatan kembali, ulasan dibawah berisi spoiler)

Satria Heroes: Revange of Darkness hadir dengan 3 format cerita layaknya Movie Taisen pada awal masa Kamen Rider Heisei Phase 2. 1 Movie akan hadir dalam 3 bagian, dimana bagian pertama dan kedua akan hadir secara tidak berkaitan secara tidak langsung, namun akan menyambung pada bagian akhir film. Untuk itu penulis akan membahas story movie ini sesuai partnya masing-masing

  • Part 1 Score 6,5/10

Bagian pertama dari film ini dumulai dengan perkenalan karakter baru yaitu Nino, bagian awal dari bagian ini merupakan review dari seri awal Bima Satria Garuda, hingga akhir Satria Garuda Bima-X, flashback yang diceritakan oleh Randy Iskandar, bersamaan dengan hadirnya Paman Iwan ini dihadirkan dengan singkat, padat, dan sangat jelas, sehingga penonton yang tidak menonton serial sebelum ini pun akan bisa mengikuti movie Satria Heroes: Revange of Darkness tanpa kendala.

Fokus pada bagian awal ini menceritakan kembalinya Ray Bramasakti setelah ia pergi ke dunia pararel setelah pertarungan dengan Vudo di akhir Satria Garuda Bima-X. Diperlihatkan bahwa dunia pararel adalah dunia yang tidak aman, Kranion terlihat masih berkeliaran di dunia pararel, namun Ray masih tetap bertarung sebagai Satria Garuda Bima-X di dunia ini. Aksi pertama Bima-X hadir dengan sangat memukau, dimana adegan henshin di awal ini sangat mengingatkan penulis dengan adegan henshin di Kamen Rider Kuuga dan Garo di Beast of White Night.

Selain fokus pada Ray, bagian pertama ini juga menyorot Dimas Akhsara sang Satria Harimau Torga yang sedang melakukan perjalanan bisnisnya ke Jepang. Dimas yang didampingi oleh Saeko Miyauchi secara mendadak diserang oleh sekawanan ninja yang tampaknya dikendalikan oleh kekuatan kegelapan. Dimas pun dikendalikan oleh kekuatan kegelapan hingga ia akhirnya berhadapan dengan Ray dengan sangat buasnya.

Secara singkat story pada bagian awal ini tidak buruk, adegan di Jepang yang dihadirkan oleh Dimas dan Saeko cukup dihadirkan dengan jenaka dan segar, namun untuk membicarakan cerita, bagian awal ini hadir secara singkat karena terfokus dengan kehadiran musuh baru dan pertarungan antara Bima-X dan Torga. Perseteruan mereka juga kurang lebih mirip dengan formula pada Super Sentai VS Series, sehingga tidak terlalu menghadirkan hal baru dari segi story.

  • Part 2 Score 7,5/10

Bagian ke 2 Satria Heroes: Revange of Darkness fokus pada cerita di masa lalu. Dikisahkan dimasa lalu dunia penuh dengan adanya monster, namun hadir beberapa orang yang bertarung melawan monster dengan kekuatan berubah wujud, orang-orang ini dimanakan Satria. Seorang Satria bernama Master Torga hadir bersama dengan muridnya, Wira. Master Torga berkelana bersama dengan Wira dan seorang gadis yang bisu karena traumanya di masa lalu, Arsya.

Fokus cerita bagian kedua ini berpusat pada Wira. Wira adalah seorang calon Satria yang masih berlatih dibawah bimbingan Master Torga. Namun Wira adalah orang yang haus dengan kekuatan. Hal ini membuat Wira mendapat kekuatan menjadi Satria, namun tragedi terjadi saat pertarungan pertamanya sebagai Satria Harimau Torga. Karena dendam yang ia tumpahkan saat melawan monster, secara tidak sengaja mendatangkan bencana yang merengut nyawa Arsya. Tragedi ini perlahan-lahan membuat Wira berjalan ke arah yang salah. kekuatan Satria yang ia dapatkan ini justru dipergunakan untuk menghabisi Satria lain.

Saat Bertemu dengan Satria Garuda Bima Legend, Wira sudah dikuasai kegelapan sehingga secara singkat ia bahkan berubah warna menjadi Evil Torga. Pertarungan demi pertarungan dilakukan, namun Wira yang dikuasai kegelapan tidak bisa menandingi Satria Garuda Bima Legend, sehingga ia dikurung dan akhirnya dibebaskan oleh Vudo dan dibuat menjadi Topeng Besi, Prajurit loyal kerajaan Vudo.

Wira the MPV

Cerita di bagian kedua ini merupakan bagian dengan story yang paling bagus di movie ini, karena bagian ini hadir dengan padat dan lebih menghadirkan cerita dibanding action. Tragedi yang dialami oleh Topeng Besi ini berhasil dihadirkan dengan baik. Karakter Wira yang diperankan oleh Faris Fadjar Munggaran hadir dengan maksimal. Menurut penulis karakter Wira ini menjadi peringkat pertama dalam segi akting di movie ini. Emosi yang diperlihatkan, serta ekspresi saat tragedi terjadi dihadirkan dengan sangat baik.

  • Part 3 Score 6/10

Melanjutkan bagian pertama dan kedua. Akhirnya pertarungan dengan Osiris dimulai. Wujud baru dari Topeng Besi ini bangkit dengan kekuatan yang luar biasa, Bima-X bersama dengan Torga pun tidak cukup kuat menandingi Osiris, bahkan dengan bantuan Azazel pun Osiris masih sangat kuat. Para Satria akhirnya menggabungkan senjata mereka untuk dapat mengalahkan Osiris dan mengembalikan kedamaian di bumi.

Ya cukup sampai disitu. Cerita yang sudah menghibur di bagian pertama, dan tragis di bagian kedua ditutup dengan bagian akhir yang sangat terburu-buru. Sama seperti Movie Taisen, bagian akhir hanya diisi dengan pertarungan dengan skala masif yang mempertaruhkan bumi. Namun bagian ini tidak terlalu terasa masif, dan terburu-buru. Setelah mengalami kekalahan, tanpa ada plot tambahan, para Satria mendadak mendapat kekuatan baru dan berhasil mengalahkan Osiris.

Bagian akhir ini tidak buruk, action yang ditampilkan masih bagus, namun CG yang dihadirkan tidak semaksimal bagian pertama.

Post Credit Satria Heroes: Revange of Darkness tampil secara singkat untuk memberikan akhir dari kisah sang Topeng Besi dan menghadirkan sang Satria baru yang akan menjadi seru baru kedepannya.

  • Overall Score 7/10

Movie Satria Heroes: Revange of Darkness ini dimulai dengan memukau, dilanjutkan dengan cukup baik, diakhiri dengan terburu-buru. Sebagai movie genre Tokusatsu pertama di layar lebar, Satria Heroes: Revange of Darkness hadir dengan sangat baik, namun masih belum semantap Tokusatsu seniornya, namun karena ini masih film pertama, kami percaya kedepannya Satria heroes akan hadir dengan jauh lebih memukau.

CG yang cukup berlebihan pada bagian ke 2 dan story yang sangat terburu-buru di bagian akhir tidak mempengaruhi kepuasan fans Tokusatsu akan movie ini. Action pada Satria Heroes: Revange of Darkness sangat memuaskan, bahkan cukup melebihi beberapa seri Tokusatsu senior, terutama di pertempuran antara Bima-X dengan Torga, yang bahkan jauh lebih memuaskan dibanding pertarungan terakhir.

Film Satria Heroes: Revange of Darkness sudah tayang di XXI, CGV, dan Cinemaxx. Bagi para fans Tokusatsu, jangan lewatkan Satria Heroes: Revange of Darkness karena movie ini akan memuaskan kalian, terutama di bagian actionnya.

Komentar

komentar